Gaya Hidup

Gaya Hidup

'Danika' Tawarkan Solusi Nikah Pasangan Muda

 

Litefmjakarta.com, Jakarta – Pernikahan merupakah hal yang sakral, dimana dua insan memadu janji sehidup semati.  Saat ini tengah menjadi trend menikah diusia muda, namun, untuk bisa menikah, saat ini banyak pasangan muda yang terbentur masalah biaya dan waktu.

Kini hal itu bisa diatasi dengan hadirnya Danika (Dana Nikah) sebuah brand persembahan Spektra, perusahaan pembiayaan multiguna FIFIGROUP dan PT Stelar Mulia Abadi. Chief Executive Officer (CEO) Danika, Caroline Muliawan mengatakan, hasil riset menunjukan 4 dari 10 pasangan yang menikah dibiayai orang tua mereka. Sementara pasangan yang hendak menikah dengan biaya sendiri membutuhkan waktu satu sampai dua tahun untuk menabung.

“Danika memang menyasar konsumen muda yang ingin menikah. Kami  hadir untuk memberikan solusi bagi pasangan muda yang hendak menikah namun terkedala masalah waktu dan biaya,” ujar Caroline dalam acara lounching Danika di  Jakarta, Kamis, (27/4/2017).

Dijelaskan, Danika memberikan layanan pembiayaan pernikahan dengan tenor hingga 3 tahun, dan pilhan paket yang menarik. Para pelanggan dapat memilih paket yang diinginkan secara terpisah seperti vendornya saja, foto, catering ataupun gedung.

“Seperti slogan kami ‘Solusi mudah menuju hari bahagia’, kehadiran Danika diharapkan dapat mewujudkan impian indah mereka yang ingin melangsungkan pernikahan,” kata Carolline.

Untuk bisa mendapatkan pembiayaan pernikahan dari Danika, pelanggan bisa mengakses laman www.danikah.co.id, mengisi data dan layanan yang diingikan, serta melampirkan KTP dan dokumen lain yang diperlukan.

“Prosesnya gampang dan cepat, jaminan pembiayaan bisa dengan BPKB kendaraan bermotor, dan rumah. Khusus untuk BPKB sepeda motor, maksimal pembiyaan yang didapat, Rp. 30 juta,” jelas Caroline.

Ia menambahkan, dengan pembiayaan yang didukung oleh Spektra, pelanggan tidak perlu khawatir mengingat Spektra adalah brand besar bagian dari FIFGROUP.

“Spektra memiliki jaringan yang luas menjadi salah satu kelebihan utama yang ditawarkan Danika,” tutupnya.

Semetara Head of Marketing Spektra, Muliana Widjaja mengatakan, sejalan dengan misi FIFGROUP untuk membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,  Spektra senantiasa melakukan riset untuk mengetahui apa – apa saja yang menjadi kebutuhan masyarkat itu sendiri.

“Peluncuran produk pembiayaan  baru ini menambah portofolio pembiayaan yang dimiliki Spektra. Danika diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang kerap ditemui di antara generasi muda saat ini,” ujar Muliana. (rah)

 

 

 

Lebih dari 5000 orang bergerak bersama lawan neuropati

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Lebih dari 5000 orang bergerak bersama melawan neuropati dengan mengikutifun walk, pemeriksaan kesehatan saraf secara gratis di 25 lokasi Neuropathy Check Point(layanan pemeriksaan kesehatan saraf) yang tersedia di area acara, sertaolahraga untuk kesehatan saraf (Neuromove) di acara puncak Jakarta Neurology Exhibition Workshop and Symposium (Jaknews) 2017.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kampanye Bergerak Bersama #LawanNeuropati yang diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Seluruh Indonesia (PERDOSSI) dan Merck, perusahaan sains dan teknologi terkemuka. Acara ini juga dihadiri oleh Kementerian Kesehatan RI, Kemenpora RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Jaknews 2017 terdiri dari  kegiatan seminar danworkshop bagi dokter spesialis saraf se-Indonesia dan acara puncak Bergerak Bersama #LawanNeuropatiyangdiikuti oleh para dokter spesialis saraf, anggota PERDOSSI, pasien dengan neuropati dan anggota dari berbagai komunitas kesehatan yang ada di Jakarta. Kebersamaan ini menunjukan sistem yang bergerak bersama dan selaras dalam menggaungkan upaya pencegahan neuropati.

Ketua Umum PP PERDOSSI dan Konsultan Neurologis,Prof. Dr. dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, mengatakan, tema Bergerak Bersama #LawanNeuropatimenjadi penting karena menunjukkan sinergi dan ajakan bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai neuropati.

“PERDOSSI mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta serta Merck yang secara konsisten mendukung upaya pencegahan neuropati. Kami merespon dan mendukung kebijakan pemerintah yang fokus pada upaya preventif dan promotif sehingga tidak hanya melakukan kegiatan kuratif tapi juga langsung terjun mengedukasi dan menggerakkan masyarakat dan komunitas untuk melakukan pencegahan neuropati.” Ujarnya.

Menteri Kesehatan RI, Prof Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM(K) yang diwakilkan oleh dr. Lily S Sulistyowati,MM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, neuropati merupakan kerusakan atau penyakit yang mempengaruhi saraf sehingga menyebabkan terganggunya sensasi, gerak, fungsi organ atau aspek kesehatan lainnya tergantung pada saraf yang terkena.

Penyebab yang sering terjadi selain karena penyakit adalah karena defisiensi vitamin, serta gaya hidup modern yang menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik. Saat ini banyak penderita penyakit tidak menular seperti Neuropati yang berusia muda,” Jelasnya.

Karena itu, lanjut Lily, deteksi dini penting dilakukan untuk mengetahui lebih awal terjadinya suatu penyakit dan tatalaksana dini yang diperlukan sehingga penyakit tersebut dapat dicegah.         

“Melalui acara edukatif ini, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk secara aktif menjaga kesehatan. Jalankan pesan CERDIK. CERDIK itu adalah Cek kesehatan secara berkala,Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress dengan baik.” Tambahnya.

Dr. Soni Sumarsono,Plt. Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Dr. Widyastuti MKM - Kabid P2PN Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, mengatakan,  Pemprov DKI Jakarta mendukung masyarakat menjadi lebih sehat melalui olahraga. Saat ini, Jakarta telah menyediakan beragam ruang terbuka hijau dan RPTRA sebanyak 188 yang dapat dimanfaatkan oleh semua anggota keluarga secara gratis.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas terbuka ini. Gunakan untuk pencegahan neuropati. Dinas Kesehatan juga memberikan pelayanan kesehatan melalui Tim Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH), yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan. Tujuannya adalah meningkatkan jangkauan pelayanan dan memastikan masyarakat Jakarta mendapatkan pemeriksaan kesehatan terutama deteksi dini penyakit tidakmenular yang sesuai standar.” Katanya.

Sementara, Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk, Holger Guenzel, mengatakan, Merck bersama dengan PERDOSSI konsisten menjadi inisiator untuk melalukan edukasi mengenai pencegahan neuropati. Kali ini, MERCK juga mengajak banyak pihak untuk Bergerak Bersama #LawanNeuropati.

Untuk mendukung edukasi neuropati, MERCK konsisten memberikan solusi menyeluruh, yang tahun ini dilengkapi dengan Neuromobi yaitu Layanan Pemeriksaan Kesehatan Saraf yang akan menjangkau lebih banyak orang untuk melakukan deteksi dini neuropati. Neuromobi akan berkeliling ke 4 kota besar di Indonesia untuk melakukan pengecekan kesehatan saraf masyarakat setempat.

“Selain itu, kami tetap akan melanjutkan sosialisasi Neuromove yang merupakan senam kesehatan saraf ke komunitas senam dan masyarakat awam, bekerja sama dengan instansi pemerintah dan melakukan edukasi melalui media sosial.” Tambahnya. (red)

Kemenpar Gelar Semarak Wayang Pesona Indonesia

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata menggenjot terus promosi pariwisata nusantara dengan melakukan terobosan-terobosan baru dalam upaya mensosialisasikan program Pesona Indonesia. Salah satu kampanye Pesona Indonesia melalui Seni Pertunjukan, seperti kemasan wayang yang dibungkus dalam kegiatan Semarak Wayang Pesona Indonesia yang akan digelar Jumat (24/3/2017) di Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Bentuk dan materi kegiatan terdiri dari Workshop Wayang sebagai Atraksi Pariwisata Budaya kepada generasi muda khususnya beberapa siswa dan siswi sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Jakarta. Acara dimulai pukul 16.00 17.00 WIB dengan menghadirkan beberapa narasumber antara lain: Gaura Mancacaritadipura (Budayawan) dan Praktisi Penyaji Wayang Golek yaitu Dalang Yudhi & Dalang Bayu, Penyaji Wayang Kulit oleh Dian Pradita Kusuma dan dilanjutkan pertunjukan Wayang Golek singkat lakon Begalan Dalang Cilik Aming ( 9 tahun).

Puncak acara pukul 20.00 – 00.00 WIB pentas karya bersama antara Wayang Kulit Dermayon Ki Dalang H.  Rusdi, Wayang Golek Banten Ki Dalang Mursidin dan penari wayang orang yang menjadi satu kesatuan dalam sebuah pertunjukan kolaborasi wayang yang harmonis. Pengantar pertunjukan: Prof. Dr. Arthur S. Nalan, M.Hum (Budayawan dan Pakar Seni Pertunjukan ISBI Bandung). Target pengunjung diharapkan bisa 10.000 penonton dan transaksi total sejumlah Rp. 1 milyar dengan shadow management yaitu VIP.Com (inke maris group)-Jakarta.

Kemenpar mempunyai target menjadikan pertunjukan wayang lebih atraktif dan komunikatif dan dapat dijadikan sebagai atraksi wisata budaya yang dapat ,menarik minat wisatawan mancanegara maupun nusantara, kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Seperti Semarak Wayang Pesona Indonesia (SWPI) itu sendiri adalah upaya transformasi wujud pertunjukan wayang kulit klasik, wayang golek dan wayang orang pada umunya. Namun dalam  SWPI dihadirkan dalam wujud baru, bentuk kolaborasi dengan paduan dan sentuhan konsep modern, artinya penggagas dan pelaku atau praktisi seni mampu membaca tradisi dengan cara- cara modern. Gabungan materi pertunjukan wayang kulit, wayang golek dan wayang wong adalah sebagai modal dalam menciptakan bentuk pertunjukan kolaborasi untuk keperluan atraksi wisata budaya.

Lakon “Palagan di Alengka”, mengangkat kisah dari epos Ramayana tentang cikal bakal peperangan Rahwana sang Penguasa Alengka yang penuh angkara dengan Prabu Rama raja Ayodya. Kisah peperangan antara kejahatan dan kebaikan inilah kekuatan dari lakon wayang yang penuh filosofi hidup, sebagai gambaran pilihan antara salah dan benar, baik dan buruk.

Menurut Arief Yahya, era modern seperti saat ini potensi wayang dapat dijadikan sarana untuk mendukung pariwisata Indonesia. Mengingat semenjak tahun 2003, UNESCO telah menetapkan Wayang Indonesia menjadi Masterpiece Budaya Dunia”.

“Sangat realistis dalam situasi dan kondisi saat ini, di mana kita dapat menempatkan posisi wayang sebagai seni adiluhung, sebagai seni yang penuh makna nilai-nilai tuntunan dan tontonan, sehingga pariwisata mempunyai peran dalam memanfaatkan potensi wayang sebagai atraksi pariwisata budaya”, katanya.

“Penghargaan dari UNESCO ini tidak serta merta kedudukan wayang hanya sekedar pelestarian dan pengembangan saja, namun perlu adanya pemanfaatan wayang itu sendiri untuk keberlangsungan yang semakin positif”, ungkap Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pariweisata Nusantara.

Menurutnya, kedudukan wayang sebagai masterpiece Dunia supaya tidak dicabut pengakuan tersebut, justru eksistensi wayang harus tetap hidup, tumbuh, lestari, berkembang dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat untuk lebih sejahtera baik lahir maupun batin. Kehadiran para akademisi dan praktisi wayang yang kreatiflah yang sangat diharapkan untuk menjadikan wayang tetap hidup dan berkembang serta bermanfaat.

Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan menerangkan, upaya merekonstruksi kembali struktur pertunjukan dalam tradisi wayang dengan cara-cara modern namun tidak meninggalkan esensinya, inilah yang menjadikan wayang tetap digemari masyarakat. “Wayang lahir dalam bentuk kemasan kekinian yang memainkan peranan teknologi modern dalam pengemasan sehingga kedudukan wayang mampu beradaptasi dengan zaman”, tegasnya.

Saraf Tepi, Support System Paling Penting Dalam Tubuh

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Dalam hidup, kita membutuhkan dukungan atau bantuan dari pihak lain (support system). Seperti halnya dalam tubuh, kerja berbagai organ penting dalam tubuh seperti denyut jantung, tekanan darah, gerakan saluran pencernaan serta menerima rangsangan dari luar dikoordinasikan oleh support system, yaitu Saraf Tepi.

Namun, tidak banyak yang menyadari fungsi penting saraf tepi. Oleh karena itu, PERDOSSI dan MERCK mengajak untuk menyadari pentingnya saraf tepi, menjaga kesehatannya dan melakukan pencegahan kerusakan saraf tepi atau neuropati melalui tema “Bergerak Bersama #Lawan Neuropati”.

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), mengungkapkan, sistem saraf merupakan system di dalam tubuh manusia yang terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Saraf tepi berfungsi sebagai penghubung antara saraf pusat (otak dan sumsum belakang) dengan seluruh organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, penghidu, kelenjar keringat, kulit dan otot - otot).

“Apabila saraf tepi mengalami kerusakan maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram, dan kelemahan otot. Kondisi seperti inilah yang disebut dengan neuropati,” ujarnya saat ditemui di acara Neurobion Media Workshop, di Jakarta (23/3/2017).

Menurutnya, gaya hidup yang tidak sehat, penderita diabetes, usia lanjut dan aktivitas dengan gerakan berulang dapat menjadi faktor risiko neuropati. Pencegahan dan pengobatan dini neuropati sangat penting untuk dilakukan mengingat kerusakan saraf akan bersifat irreversible apabila kehilangan serabut saraf diatas 50% .”

dr. Manfaluthy Hakim menambahkan, mengingat pentingnya fungsi saraf tepi bagi tubuh, kesehatan saraf tepi perlu dijaga sejak dini sebelum terjadi kerusakan pada saraf/neuropati.

“ini dapat dilakukan dengan menjalani gaya hidup yang sehat, melakukan deteksi awal neuropati, melakukan olah raga secara teratur seperti Neuromove, serta cukupi asupan vitamin neurotropik (vitamin B1, B6, dan B12) supaya saraf dapat bekerja dengan baik.” Jelasnya.

Dalam acara tersebut, salah satu pasien neuropati, Sri Wahyuningsih, menyampaikan testimoni bahwa dia sebelumnya tidak terlalu memperdulikan kesehatanya.

“Awalnya, Saya tidak terlalu memperdulikan kesehatan saraf, hingga saya menyadari ada yang tidak berfungsi dengan baik dari saraf saja. Saya mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Seandainya Saya melakukan deteksi dini, tentunya kondisi saraf saya akan lebih baik. Saya sangat berterima kasih kepada para dokter saraf yang menangani Saya yang membuat Saya menjadi lebih baik.”

Sementara, Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk, Holger Guenzel, mengatakan, pihaknya menyadari pentingnya support system tidak hanya dalam kehidupan namun juga dalam tubuh.

“Oleh karena itu, dalam semangat mengapresiasi sosok pendukung ini, kami bersama dengan PERDOSSI mengedepankan tema Bergerak Bersama #LawanNeuropati. Di sini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperhatikan kesehatan sarafnya sendiri, tetapi juga mengingatkan orang-orang terdekat di sekitarnya. Kami sadar ini adalah sebuah langkah yang harus dilakukan bersama dalam mensosialisasikan pencegahan neuropati.” Ungkapnya.

 

Jaknews 2017

Ketua Umum PP PERDOSSI dan Konsultan Neurologis, Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, mengatakan, tema Bergerak Bersama #Lawan Neuropati menjadi penting karena menunjukkan sinergi dan  ajakan bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai neuropati. Selain edukasi langsung pada masyarakat.

“Gerakan ini juga merupakan bagian dari acara kerja sama PERDOSSI dan MERCK yakni Jakarta Neurology Exhibition Workshop and Symposium (Jaknews) 2017 yang puncaknya akan diselenggarakan pada tanggal 26 Maret 2017.” ujarnya.

Jaknews 2017 terdiri dari  kegiatan seminar workshop dan edukasi bagi dokter spesialis saraf se-Indonesia dan fun walk juga senam NeuroMove bersama yang akan diikuti oleh lebih dari 5000 orang yang terdiri dari para dokter spesialis saraf, anggota PERDOSSI, pasien dengan neuropati dan anggota dari berbagai komunitas kesehatan yang ada di Jakarta. Kebersamaan ini menunjukan sistem yang bergerak bersama dengan selaras dalam menggaungkan usaha pencegahan neuropati.

 

Neuromobi

Head of Marketing Consumer Health, PT Merck Tbk, Anie Rachmayani  mengatakan, untuk mendukung edukasi neuropati, MERCK konsisten memberikan total solution yang tahun ini dilengkapi dengan Neuromobi yaitu Layanan Pemeriksaan Kesehatan Saraf yang akan menjangkau lebih banyak orang untuk melakukan deteksi dini neuropati.

Neuromobi akan berkeliling ke 4 kota besar di Indonesia untuk melakukan pengecekan kesehatan saraf masyarakat setempat. Selain itu, pihaknya tetap akan melanjutkan sosialisasi NeuroMove yang merupakan senam kesehatan saraf ke komunitas senam dan masyarakat awam, bekerja sama dengan instansi pemerintah dan melakukan edukasi melalui media sosial.

Keseluruhan program dukungan dari Merck terhadap support system terpenting bagi tubuh ini, kami rangkum dalam tema Pahlawan Sejati, yang mengajak semua pihak untuk menyadari peran penting saraf dan menjaga kesehatannya.” Tutupnya.(rah)

Prilaku Mendengarkan Secara Tidak Aman Beresiko

Litefmjakarta.com, Jakarta - Penggunaan earphone atau headset semakin meningkat di masyarakat dan berdampak pada perubahan gaya hidup yang tidak aman. Hal ini tentunya berdampak pada kesehatan masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia  (WHO) pada tahun 2015 memperkirakan milyaran anak muda di dunia berisiko menderita gangguan pendengaran akibat perilaku mendengarkan sesuatu secara  tidak aman.

Lebih dari 43 juta orang dengan rentang usia 12-35 tahun di negara  berpenghasilan menengah hingga tinggi, hidup dengan gangguan pendengaran. Hal ini terjadi akibat  terpapar tingkat suara tidak aman akibat  penggunaan perangkat audio personal (sekitar 50%) dan terpapar pada  tingkat suara yang berpotensi merusak, seperti hingar-bingar di klub-malam, diskotik, atau  bar (sekitar 40%).

"Gaya hidup dan lingkungan berkaitan dengan kesehatan telinga. Kekuatan desibel besar dan frekuensi berbeda serta kebiasaan yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan telinga. Menggunakan earphone dari mendengar musik atau dengan menelepon terlalu lama juga bisa menjadi pemicu," kata dr. H. Mohammad Subuh, MPPM, Direktur Jenderal P2P, saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (20/03/2017).

Perilaku mendengarkan tidak aman, seperti mendengar musik melalui earphone dengan volume berlebih dalam durasi panjang, dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising (GPAB). GPAB dapat bersifat sementara atau permanen.

“Biasanya seseorang  mengalami gangguan pendengaran sementara setelah meninggalkan tempat yang bising. Meskipun pendengaran dapat pulih setelah beberapa jam, akan tetapi masalah ini tidak boleh diabaikan,” jelas Mohammad Subuh.

“Jika terpapar kebisingan setiap hari atau berulang-ulang, maka pendengaran seseorang dapat  rusak secara permanen. Kerusakan permanen dapat terjadi akibat pengabaian gangguan pendengaran sementara atau akibat mendengar suara sangat keras secara tiba-tiba, seperti suara ledakan mesin atau senjata,” tambahnya.

Pencegahan GPAB dapat dilakukan dengan membatasi volume dan durasi penggunaan perangkat audio. Idealnya seseorang dapat mendengarkan musik dengan volume maksimal 60% dan durasi maksimal 60 menit. 

Pencegahan dapat  dilakukan dengan menghindari lingkungan yang bising;  menghindari suara keras; menggunakan alat pelindung pendengaran ketika sedang bekerja (earplug/earmuff); mengurangi waktu paparan bising dengan  mengatur waktu kerja; dan  mengurangi intensitas atau kekerasan sumber bising pada pekerja industri.

Apabila seseorang sudah terlanjur menderita GPAB, maka upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah: a) Segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan, konsultasikan dengan dokter spesialis THT; b) Menggunakan alat bantu dengar; dan c) Bila berkomunikasi dengan GPAB dianjurkan untuk berbicara berhadapan, bicara perlahan-lahan dengan artikulasi yang jelas, tidak perlu dengan suara yang keras.

 

Selain GPAB, gangguan pendengaran lain yang dapat dicegah adalah:  Tuli sejak lahir (tulikongenital),  Sumbatan serumen (kotorantelinga), Otitis media suputaif kronik (OMSK/congek),  dan Tuli karena usia lanjut (presbikusis).

 

WHO; Resiko Ganguan Pendengaran Meningkat

 

Data WHO menunjukkan  bahwa risiko munculnya gangguan pendengaran semakin meningkat seiring dengan meningkatnya paparan suara bising di tempat rekreasi, seperti klub-malam, diskotik, pub, bar, bioskop, konser musik, acara olahraga atau kelas fitness. Keadaan ini diperburuk dengan perkembangan teknologi, seperti alat audio yang digunakan dengan  volume berlebihan saat mendengarkan musik  dalam durasi  lama.

Hasil analisis National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) pada 1994 hingga 2006 menunjukkan bahwa prevalensi gangguan pendengaran di kalangan  remaja usia 12-19 tahun di Amerika Serikat meningkat secara signifikan, dari 3,5% menjadi 5,3%.  Pada tahun 1988, tercatat 15 persen remaja di Amerika Serikat mengalami masalah pada pendengarannya.

Jumlah tersebut melonjak menjadi 19,5 persen pada tahun 2006. .Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring  meningkatnya jumlah masyarakat yang mendengarkan musik melalui perangkat headphone atau earphone. Peningkatan pengunaan headphone atau earphone terjadi sebesar 75% dari 1990 hingga 2005 di Amerika Serikat.

Komisi Eropa pada 2008 juga melaporkan bahwa populasi penggunaan perangkat audio personal semakin meningkat. Hal ini berkaitan erat dengan meningkatnya penjualan telepon pintar. Sebanyak 470 juta perangkat berhasil dijual di seluruh dunia pada tahun 2011. Jumlah ini merupakan indikator kuat bahwa terjadi peningkatan risiko gangguan pendengaran.

Sementara di  Indonesia jumlah pengguna aktif telepon pintar semakin meningkat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif telepon pintar di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia adalah  negara dengan pengguna aktif telepon pintar ke-empat terbesar di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Tingginya angka pengguna telepon pintar di Indonesia perlu mendapat perhatian, karena erat kaitannya dengan risiko gangguan pendengaran. (red)

Kafe BCA V: Membaca dari Generasi ke Generasi

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Buku adalah jendela dunia, dan kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar dapat mengetahui lebih tentang dunia yang belum kita tahu sebelumnya.

Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Melihat hal tersebut PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui forum Kafe BCA V mengupas bagaimana budaya membaca perlu ditumbukan sedini mungkin.

“Kondisi minat baca bangsa Indonesia ini mendorong BCA menggelar forum ini untuk mengkaji persepsi, kondisi, dan motivasi yang dapat ditanamkan untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar gemar membaca,” ujar Jahja di di Menara BCA, Jakarta, Rabu (15/03/2017).

Jahja mengatakan, pihaknya berharap forum Kafe BCA V ini dapat bermanfaat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk dapat menumbuhkan budaya gemar membaca di Indonesia.

“Minat baca bangsa Indonesia yang rendah merupakan masalah serius yang harus segera kita tanggapi bersama karena berhubungan dengan masa depan generasi muda Indonesia kelak di tengah pesatnya informasi dan pengetahuan yang berkembang dewasa ini,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara dalam forum Kafe BCA V adalah Kepala Perpustakaan Nasional RI Muh. Syarif Bando, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Tjut Rifameutia Umar Ali, Dosen Sosiologi Universitas Indonesia Lucia Ratih Kusumadewi, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dadang Sunendar, Duta Baca dan Presenter “Kick Andy” Metro TV Andy F. Noya, serta Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Mengambil tema “Membaca dari Generasi ke Generasi”, Kafe BCA V membahas peran sentral perpustakaan dengan koleksi buku yang senantiasa diperbaharui sebagai salah satu kunci menuju generasi muda Indonesia yang gemar membaca. Dari sisi psikologis, kebiasaan bedtime story oleh orang tua kepada anaknya, misalnya, juga bermanfaat mendorong rasa ingin tahu yang berdampak meningkatkan minat baca anak sejak usia dini. Sedangkan dari sisi sosiologis, untuk dapat meningkatkan kebiasaan membaca di Indonesia, perlu terlebih dahulu menanamkan persepsi, ketertarikan, dan kesadaran generasi muda akan manfaat membaca buku sebagai jendela dunia dan inspirasi kehidupan.

 

Luncurkan Gerakan Berbagi “Buku untuk Indonesia”

Dalam kesempatan itu juga, BCA berkomitmen untuk menumbuhkan kembali semangat membaca di berbagai pelosok Indonesia, BCA memperkenalkan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan berbagi “Buku untuk Indonesia”.

Gerakan berbagi ini bertujuan untuk memberikan dan memperluas akses masyarakat terhadap buku. Melalui gerakan ini, BCA mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk ikut ambil bagian, sehingga anak-anak Indonesia mendapatkan akses buku sebagai sarana penunjang belajar.

Masyarakat dapat memilih paket berbagi yang tersedia dan nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan berbagi “Buku untuk Indonesia” akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke beberapa daerah di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, BCA menyediakan kaos kebaikan yang dipersembahkan kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam gerakan ini.

"Besar harapan kami, gerakan berbagai “Buku untuk Indonesia” ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk berbagi dan peduli pada anak-anak di daerah yang masih terkendala akses ketersediaan buku yang memadai. Mari sebarkan buku ke penjuru negeri untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," tutup Jahja.

 

Lewat PAUD Healthy Eating Habit. SGM Eksplor Dukung Program Gerakan Masyarakat Sehat

 

Litefmjkarta.com, Jakarta - Buah dan Sayur adalah salah satu komponen penting dalam menu makanan sehat dan bergizi yang bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan optimal anak. Namun sayangnya, masih banyak anak yang tidak mendapatkan porsi harian sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan.  97,7% dari anak dibawah usia 5 tahun di Indonesia tidak mengkonsumsi cukup buah-buahan dan sayuran.

Sebagai upaya untuk mengajak masyarakat mulai membiasakan diri mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersama 20 Kementerian dan lembaga terkait pada November 2016 lalu telah mencanangkan program nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini berfokus pada tiga aktivitas utama, dimana salah satu fokus utama program nasional GERMAS ini adalah mengonsumsi buah dan sayur.

Sebagai kontribusi dan dukungan nyata dalam mendukung program nasional GERMAS, Sarihusada melalui susu pertumbuhan SGM Eksplor dengan Buah & Sayur kembali meluncurkan “PAUD Healthy Eating Habit (HEH)” yang akan dilaksanakan di 20 PAUD di daerah Jakarta, Tangerang dan Jawa Barat. Program ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan Indonesia sehat dan menanamkan kebiasaan mengkonsumsi buah dan sayur sejak kecil.

Peresmian program turut dihadiri oleh Kepala Sub Direktorat Kurikulum, Direktorat Pembinaan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kurniati Restuningsih, M.Pd dan Ketua Umum Himpunan Pendidik & Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Prof. Dr. Ir. Hj. Netty Herawati, M.Si.

Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), Konsultan Gastrohepatologi Anak mengatakan, mengkomsumsi buah dan sayur sangat penting agar kesehatan saluran cerna optimal, baik bagi anak maupun orang dewasa.

“Buah dan sayur mengandung vitamin dan mineral yang tidak diproduksi oleh tubuh, oleh sebab itu penting bagi kita mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah cukup sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur,”ujarnya.

Dalam buah dan sayur terdapat serat yang merupakan nutrisi penting, namun seringkali dalam keseharian tidak dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Untuk itu orang tua sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup tentang manfaat serat sehingga dapat jeli dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi (terdapat pada buah dan sayur) kepada anak.

“Serat membuat anak merasa kenyang dan membuat saluran cerna bergerak aktif. Diet tinggi serat mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi). Serat juga mengandung vitamin dan mineral yang dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular (non-communicable disease) seperti penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan obesitas.” Tuturnya.

Lebih lanjut dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) mengatakan, rekomendasi asupan serat pada anak dibuat berdasarkan kebutuhan energi, usia, dan berat badan anak. Cara mudah untuk memastikan anak mendapat cukup serat adalah dengan memberikan pilihan makanan sehat dan memastikan anak mengonsumsi sedikitnya 5 porsi buah dan sayur setiap hari bersama dengan jenis makanan lain.

“Cara mudah lainnya adalah dengan menerapkan rumus ‘Usia (dalam tahun) + 5’, misalnya anak usia 4 tahun memerlukan ‘4+5’ sama dengan 9 gram serat setiap hari.” Jelasnya.

 

 

Sementara, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog, mengatakan, feeding style atau cara pemberian makan yang tepat dapat memberikan begitu banyak manfaat buat anak. Manfaat yang didapat di antaranya adalah mengurangi resiko obesitas, menstimulasi kemampuan berkonsentrasi, meningkatkan ketekunan, bahkan sarana belajar berbagai keterampilan sosial. Berbagai manfaat ini berkembang kurang optimal apabila anak kurang mengasup buah dan sayur, dan cara pemberian makannya kurang tepat.

“Contoh cara pemberian makan yang kurang tepat adalah mencekoki anak, terus menyuapi, ataupun membiarkan anak makan sambil menonton atau bermain.” Ujarnya.

Lebih lanjut Anna Surti Ariani, menambahkan, penting bagi orang tua memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan cara pemberian makan yang tepat bagi anak, agar makan buah dan sayur menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak.” Uajarnya.

Diana Beauty, Brand Manager SGM Eksplor Buah & Sayur menjelaskan bahwa setelah sebelumnya pernah digelar di 6 PAUD pada tahun 2016, kali ini PAUD Healthy Eating Habit menjangkau lebih banyak PAUD dengan program-program baru yang lebih menarik dan menjawab kebutuhan Bunda,

“SGM Ekpslor dengan Buah dan Sayur berupaya memperkenalkan dan meningkatkan kesukaan anak terhadap buah dan sayur melalui cara yang menyenangkan. Seluruh rangkaian program akan berlangsung selama 6 minggu di 10 PAUD di daerah Jakarta dan Tangerang, dilanjutkan dengan 10 PAUD di Jawa Barat. Program ini meliputi penyediaan makanan bergizi, buah-buahan dan sayur-mayur, serta susu pertumbuhan SGM Eksplor dengan Buah & Sayur bagi 1,000 anak didik di PAUD.”

Menuerutnya, tahun ini, program dilaksanakan secara berkala mulai bulan Maret hingga September 2017. Tidak hanya melibatkan anak-anak PAUD, program ini juga melibatkan orangtua dan guru dalam bentuk parenting class. Selain itu, dihadirkan juga Celebrity Chef untuk berbagi resep masakan kreatif dalam bentuk cooking class agar ibu-ibu lebih kreatif lagi dalam mengolah buah dan sayur sebagai menu makan si Kecil sehari-hari. Kemudian, ada juga kelas hidroponik agar ibu dapat menanam sayur dan buah sendiri di rumah.

“Anak-anak juga dibekali berbagai permainan dan aktivitas interaktif anak seperti kerajinan tangan, berkebun, serta gerak dan lagu melalui jingle baru SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur,” ungkap Diana.

Asah Keterampilan Sosialnya Anak di Dunia Sahabat SGM Eksplor

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang tumbuh dengan sehat, cerdas dan percaya diri. Untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal, orang tua perlu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan si Kecil sekaligus mengasah keterampilan sosialnya dengan memberikan stimulasi yang tepat.

Sebagai produk susu pertumbuhan yang mendukung pemenuhan nutrisi anak Indonesia, SGM Eksplor menggelar kampanye, “Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya” sejak September 2016. Salah satu inisiatif dalam kampanye ini adalah program “Dunia Sahabat SGM Eksplor” yang kali ini digelar pada 24-26 Februari 2017 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

 “Program ini digelar dengan tujuan agar para ibu bisa memberikan produk susu pertumbuhan yang bernutrisi baik sekaligus stimulasi dan edukasi yang tepat untuk mendukung si Kecil tumbuh optimal dan mampu memiliki keterampilan sosial yang baik,” ujar Senior Brand Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo disela-sela acara “Dunia Sahabat SGM Eksplor” di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (24/2/2017).