Ekonomi

Ekonomi

Panasonic Tingkatkan Kualitas Hidup dengan “Let’s Live Life Better”

Litefmjakarta.com, Jakarta - Panasonic Gobel Indonesia sebagai salah satu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia berkomitmen untuk selalu memberikan produk peralatan rumah tangga yang inovatif dan solusi sistem untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia.

Meskipun pada tahun 2016 kondisi pasar elektronik mengalami penurunan, namun Panasonic tetap mampu mencapai pertumbuhan lebih dari 15% untuk peralatan rumah tangga. Pencapaiannya ini merupakan bentuk dari konsistensi perusahaan dalam mempertahankan posisinya.

Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia Hiroyoshi Suga, mengatakan, memasuki tahun 2017, Panasonic Gobel Indonesia meluncurkan tema baru‘Let’s Live Life Better’. Lewat tema ini, pihaknya mengajak seluruh stakeholders untuk hidup lebih baik bersama.

“Strategi ini sejalan dengan slogan kami ‘A Better Life, A Better World’. Dan di tahun ini, kami tertantang untuk mencapai target lebihdari 20% melalui berbagai rangkaian pemasaran di bawah strategi bisnis yang baru,” ujarnya dalam acara  Dealer Gathering "Let's Live Life Better", di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (12/4/2017).

Hiroyoshi Suga menjelaskan, dalam mencapai target pertumbuhan, Panasonic menerapkan '3 Ways Good Relationship' untuk menjaga hubungan baik antara Panasonic, Dealer, dan Pelanggan. Menurutnya Panasonic percaya bahwa dengan hubungan yang baik, perusahaan akan berkembang dan menghasilkan produk- produk inovatif yang bisa meningkatkan kualitas hidup konsumen.

“Hal ini akan kami wujudkan melalui berbagai kegiatan pemasaran, baik itu promosi, promo konsumen, dealer trip, gathering, dan kegiatan sosial untuk menunjukkan komitmen kami dalam mengembangkan kehidupan menjadi lebih baik,” tambah Hiroyoshi Suga.

Panasonic juga mengumumkan Brand Ambassador yang baru yaitu Nadya Hutagalung yang dianggap bisa merepresentasikan makna dari “Let’s Live Life Better”. Harapannya dengan dipilihnya Nadya Hutagalung bisa mengkampanyekan bagaimana menjalani hidup lebih baik dengan produk- produk Panasonic yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Associate Director PGI, Achmad Razaki, mengatakan, penjualan utama Panasonic di Indonesia berasal dari empat kategori produk yaitu AC, TV, Mesin cuci dan Lemari es.

"Penjualan tertinggi dipegang oleh produk AC dengan market share mencapai 30 persen. Untuk mendorong penjualan pada tahun 2017, Panasonic akan memperkenalkan produk baru untuk pasar premium dengan Japan Quality mulai dari TV hingga mesin cuci," tambahnya. (red)

 

 

 

Tekan TKI Ilegal: Pemerintah Harus Berdayakan Ekonomi Desa

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Kebijakan penghentian pengiriman TKI pekerja rumah tangga (PRT) ke 21 negara di Timur Tengah justru menyuburkan pengiriman TKI PRT ilegal. Demikian dikatakan Edi Hardum, penulis buku “Perdagangan Manusia Berkedok Pengiriman TKI” dalam acara diskusi dan bedah bukunya di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Menurut Edi, setiap bulan minimal sebnyak 10.000 TKI pekerja rumah tangga (PRT) ilegal dikirim ke luar negeri melalui jalur perorangan. Ini membuktikan kebijakan penghentian pengiriman TKI ke-21 negara itu justru menyuburkan pengiriman TKI PRT ilegal.

“Kebijakan tersebut tidak menyelesaikan masalah bangsa kalau tidak diikuti dengan usaha membangkitkan perekonomian masyarakat terutama di kantong-kantong TKI,” jelasnya.

            Karena itu, lanjut Edi, pemerintah harus memberdayakan ekonomi masyarakat desa, terutama di daerah-daerah yang selama ini menjadi sumber TKI ke luar negeri.

“Pemerintah harus giat melakukan pelatihan dan pendidikan wirausaha untuk masyarakat,seperti melatih dan mendidik untuk menjahit, menenun, membuat bakso, dan lain sebagainya,”jelasnya.

Edi menambahkan, hal terpenting adalah aparat penegak hukum harus menghukum orang tua yang mengijonkan anak perempuannnya untuk dinikahkan kepada pria berduit. Orang tua seperti ini harus dijerat dengan UU 23 / 2002 tentang Perlindungan Anak. Polri juga harus tegas menerapkan UU 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan UU 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri.

Dalam acara bedah buku tersebut tampil sebagai pembicara dan pembedah buku antara lain Direktur Justice, Peace, Integrity and Creation (JPIC) OFM, Peter Aman; Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo; Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Kemnaker, Maruli A Hasoloan; Ketua Umum Asosiasi Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Ayub Basalah. (rah)

           

Achiles Luncurkan Corsa V Serie

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Produsen ban nasional Achillies kembali mengeluarkan prodak baru, Corsa Platinum V Series, bagi para penikmat penjelajah sepeda motor.

Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana (MASA), Pieter Tanuri mengatakan, keunggulan dari ban ini sendiri adalah, desainnya dibuat lebih melengkung, sehingga saat berbelok, kondisi ban tetap mendapatkan grip dan kembangan semakin baik untuk membuang air saat kondisi hujan membasahi jalan.

"Pengembangan ban ini hampir dua tahun, mulai dari riset hingga uji coba," Ujarn Pieter saat  jumpa pers di Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Serie V ini sendiri menggunakan campuran silikon yang lebih tinggi dan kembangannya lebih tebal 20 persen dari ban biasa pada umumnya.

Tercatat ada dua pilihan ban, yaitu V22 dan V33. Dimana V22 merupakan ban tube, dan V33 model tubeless. Ukurannya serupa, namun ada lima varian, yaitu 14 inci dan 17 inci untuk sekuter, matik dan cub (bebek-red). Sementara harga yang dibandrol mulai dari Rp 130 ribu hingga Rp 200 ribu-an.

Uthan M. Sadikin, Sales Doirector PT Multistrada Arahsarana Tbk. mengakui, dua produk terbaru Corsa ini berangkat dari tantangan masyarakat pengguna motor yang menginginkan suatu produk ban yang punya nilai lebih dari produk lain, dengan umurnya panjang, safety namun juga murah. Bahkan lebih dari 50 persen umurnya lebih awet/ lebih panjang umurnya dari produk lain.

Menurut Uthan, pihaknya mentargetkan series terbaru Corsa ini akan bisa didapatkan di seluruh Indonesia paling lambat pada bulan Mei. Targetnya  April 2017  sudah ada di pasaran untuk V22. Sementara untuk V33 sekitar akhir bulan Mei sudah ada di toko-toko di seluruh Indonesia.

“”Kami berharap penjualan akan meningkat, karena (produk ini) bener-bener memberi keuntungan lebih kepada pengguna motor”, ujarnya.

Andry Lee, General Manager Sales & Marketing PT Multistrada Arah Sarana Tbk. menegaskan, untuk pembuktian ketangguhan Corsa Platinum V Series, V22 dan V33 ini, Corsa meggelar Platinum Corsa Jelajah Tangguh dengan rute Aceh hingga Bandung menempuh jarak 4500 km.

Pihaknya sertakan masyarakat langsung dalam pembuktian melalui Platinum Corsa Jelajah Tangguh. Dari nol kilometer di Aceh hingga Bandung. Menempuh jarak 4500 km. Melewati dan singgah di 24 kota besar. Mulai hari Selasa 4 April dan akan tiba di Bandung pada 22 April mendatang. Sekaligus nantinya akan grand launching di Bandung. (red)

 

BKARYA.com Perkuat Industri Kreatif Indonesia

 

Litefmjakarat.com, Jakarta - Industri kreatif digital, yang memadukan antara teknologi informasi( digital) dan unsur kreativitas di dalamnya, dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat.

Salah satunya adalah Bkarya,com,  yang menyediakan para pelaku industri kreatif dengan ekosistem digital siap pakai.

“Dengan adanya Bkarya.com kesenjangan digital para kreator dikurangi sebanyak banyaknya sehingga para kreator fokus dengan karya – karya kreatif mereka,”ujar Komisaris dan salah satu founder Bkarya,com, Agustinus Dawarja dalam launching www.bkarya.com , di Ruang Tengah Café & Restaurant, Sarinah Building, Jl MH Thamrin, Thamrim Jakarta Pusat, pada Rabu (29/03/2016).

Menurutnya, Bkarya.com hadir berangkat dari keprihatinan akan banyaknya para kreator yang tidak mendapatkan kesempatan dalam dunia digital. Padahal, dari sisi kreatif, bangsa Indonesia tidak diragukan lagi kemampuannya.

“Karena itu, Bkarya,com juga membantu legalitas para kreator termasuk hak cipta dari karya yang masuk ataupun yang di pajang pada aplikasi store yang ada di Bkarya.com,” jelasnya.

Pohan Thang, IT Director Bkarya.com mengatakan kehadiran Bkarya.com memberikan layanan berbentuk situs website yang memiliki banyak pilihan design kategori design yang berkualitas dari komunitas desainer yang tersebar luas di Indonesia dan Mancanegara.

Produk layanan Bkarya ke depan, meliputi logo, desain, stationary, desain sampul buku atau majalah, desain kemasan, desain seragam/kaos, desain produk/flyer, pembuatan video/tayangan, pembuatan sound /jingle, desain banner/spanduk, desain aplikasi dan website, fotografi,mascot, kalender dan poster.

“Platform ekosistem digital telah disiapkan Bkarya.com untuk para kreator dapat menggunakan sebagai tempat etalase jasa dan karya mereka sebagai tounch point keterhubungan kreator dengan dunia digital,” jelasnya.

 Selain itu, para kreator dapat juga membuka took digital untuk menjual hasil karya industry kreatif mereka dan sebagai sarana marketplace yang mempertemukan dengan calon pasar kreatif.  Untuk jasa kreatif disediakan saran berupa contest bagi calon pengguna jasa. Transaksi baik tool digital maupun kontes sudah disediakan sebagai platform terintegrasi dalam Bkarya.com.

Maria Eugeny selalu CEO Bkarya, mengajak setiap desainer untuk berkarya terbaik, ber-kompetisi terbuka dan sehat, bertanggung jawab secara professional atas hak kepemilikan karya. Dalam penutup CEO Bkarya menambahkan bahwa Creativity is more than just being different, making simple that’s creativity. Bkarya diharapkan bisa mendukung program pemerinta INDONESIA BISA. (red)

Peringati Hari Air Sedunia; Pompa Air Panasonic Kembali Pecahkan Rekor Muri

 

Litefmjakarta.com, Jakarta – Memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2017, Panasonic kembali berusaha memecahkan Rekor MURI dengan Pompa Air Bekerja 100 Jam Tanpa Henti.

“Kali ini pompa air Panasonic menggerakkan Replika 10 Air Terjun di Indonesia, selama 5 hari, dimulai dari 22 Maret 2017 dan berakhir pada 26 Maret 2017,” ujar Rawenda, Product Marketing Water Pump PT Panasonic Gobel Indonesia.

Menurutnya, dalam pemecahan Rekor MURI ini ditampilkan 10 pompa air, salah satunya adalah GA-126JAK yang merupakan varian terbaru dari pompa air Panasonic. Kualitas dari pompa air GA-126JAK ini akan ditunjukkan dengan menggerakkan salah satu replika wisata air terjun di Indonesia dalam kegiatan Pompa Air Bekerja 100 Jam Tanpa Henti.

Dijelaskan, Panasonic ingin menunjukkan komitmen untuk menyediakan produk dan pelayanan berdasarkan ide-ide yang akan memperkaya gaya hidup dan membantu memajukan masyarakat.

“Replika air terjun yang digerakan oleh pompa air Panasonic ini akan menampilkan dengan jelas bagaimana proses kerja mesin dalam menarik dan mendorong air sehingga menggerakkan air terjun,” jelasnya.

Untuk kedepannya, Panasonic masih terus tertantang untuk memecahkan rekor yang lebih lama lagi sebagai bukti kualitas dan performance produk kepada seluruh masyarakat Indonesia dan Dunia,” tambah Rawenda.

Marketing Director PT Panasonic Gobel Indonesia Mr. Naoyuki Tada, mengatakan, Panasonic berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang menghadirkan one-stop solution dalam menjawab kebutuhan hidup masyarakat.

Panasonic juga menawarkan produk yang ramah lingkungan melalui material yang berbasis eco-energy di antaranya mengurangi penggunaan logam, saving energy dan optimalisasi daur ulang limbah.

“Salah satunya dengan berbagai jenis pompa air yang mampu menjawab kebutuhan akan air bersih masyakat Indonesia.” jelasnya

Corporate Communications Manager PT. Panasonic Gobel Indonesia, Viya Arsawireja mengungkapkan, sejalan dengan slogan Panasonic A Better Life A Better World dan sebagai bentuk komitmen Panasonic Gobel Indonesia, Panasonic berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karenaya, dalam kesempatan ini pihaknya juga mendonasikan 100 unit pompa air kepada 100 titik fasilitas umum yang tersebar di Jabodetabek.

“Panasonic akan bekerja sama dengan Lions Club Jakarta Monas Kalingga untuk mendistribusikan seluruh unit pompa air ke lokasi yang membutuhkan sumber air bersih tersebut,” pungkasnya.

Panasonic sebelumnya telah berhasil mencetak rekor MURI dengan Pompa Air Bekerja 30 Jam Tanpa Henti pada tahun 2009. (rah)

Pameran CPhI South East Asia & Hi SEA2017 Resmi DIbuka

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Republik Indonesia, Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD., secara resmi membuka pameran niaga bahan baku industri farmasi Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2017.

Bersamaan dengan CPhI South East Asia 2017, UBM juga menggelar Health ingredients South East Asia (Hi SEA) 2017 yang menghadirkan bahan baku industri pangan fungsional, nutrasetikal serta produk nutrisi dan kesehatan. CPhI SEA and Hi SEA akan berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran dari tanggal 22 hingga 24 Maret 2017, di Jakarta Internasional Expo – Kemayoran. Kegiatan ini membuka peluang bagi para profesional industri farmasi, nutrisi dan kesehatan untuk saling bertukar informasi, pengalaman, ide dan memperkuat jaringan bisnis di kawasan ini.

Brand Director Pharma UBM EMEA, Rutger Oudejans,  mengatakan, pihaknya bangga dapat kembali menghadirkan CPhI South East Asia di Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini menjadi sebuah platform terpercaya bagi profesional industri, pembuat kebijakan, dan asosiasi niaga untuk mendapatkan informasi pasar, tren serta inovasi terkini yang dapat mendorong pertumbuhan industri farmasi. CPhI South East Asia menghadirkan rangkaian lengkap rantai produksi farmasi mulai dari bahan baku, mesin dan teknologi, produk kemasan hingga layanan kontrak industri.

“Kali ini, kami membawa lebih banyak konten regional ke CPhI SEA 2017 melalui konferensi bertajuk “The Dynamics of Pharmaceutical Industry in South East Asia”, Pharma Investment Forum, Pharma Packaging Forum, Innovation Gallery, Exhibitor Showcase dan aktivitas lainnya. Kami juga memfasilitasi pertemuan bisnis di antara profesional industri melalui program Business Matching online yang mudah dan efisien.” Jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi industri manufaktur besar dan sedang pada 2016 naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Industri farmasi nasional (produk obat kimia dan tradisional) mampu menjadi penyumbang kenaikan terbesar dalam mendorong kenaikan produksi manufaktur tersebut, yaitu dengan mencatatkan kenaikan produksi sebesar 8,01 persen.

Selain itu, Indonesia masuk dalam 10 besar pasar global untuk kesehatan dan kebugaran, karena konsumen Indonesia saat ini sudah semakin sadar akan pola makan sehat dan rela mengadopsi pola makan khusus demi bisa mengatasi berbagai masalah gangguan kesehatan.

Para produsen obat dan pangan fungsional di Indonesia saat ini mulai mengalihkan perhatian mereka ke potensi ekspor, khususnya bahan baku farmasi dan pangan fungsional yang belum dimanfaatkan dengan maksimal. Di sisi lain, tingkat permintaan yang datang dari para investor dan perusahaan internasional meningkat cepat demi memanfaatkan keterbukaan potensi pasar yang lebih luas. Kondisi pertumbuhan pasar yang meningkat, memunculkan peluang-peluang baru untuk para pemain industri farmasi dan pangan fungsional di ASEAN dan juga untuk para investor asing.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Republik Indonesia, Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD., mengatakan, beberapa tahun ini, industri farmasi Indonesia mulai berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan.

Menurutnya, industri farmasi Indonesia diharapkan dapat bertransformasi menjadi industri farmasi yang berbasis riset dan pengembangan agar struktur industri farmasi di Indonesia dapat semakin kuat dan mampu bersaing di pasar obat. Upaya kemandirian bahan baku obat sejalan dengan roadmap pengembangan industri farmasi dimana di dalamnya mencantumkan bahwa pengembangan industri farmasi meliputi pengembangan bahan baku kimia, herbal, biologi, vaksin dan suplemen kesehatan.

“Roadmap diharapkan dapat menjadi panduan bagi industri farmasi untuk memproduksi bahan baku obat di dalam negeri, sehingga diharapkan pada tahun 2025 Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahkan menjadi pengekspor obat dan bahan baku obat.” Ujarnya.

Lebih lanjut Maura Linda Sitanggang, mengatakan, Indonesia telah menjadi tuan rumah pameran CPhI SEA sejak tahun 2012 dan dalam setiap penyelenggaraannya selalu mendapat sambutan yang antusias, bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari negara-negara ASEAN lainnya. Pemilihan Indonesia sebagai tempat dilaksanakan CPhI diantaranya karena Indonesia membutuhkan bahan baku obat dan teknologi produksi farmasi yang cukup besar untuk mendukung manufaktur lokal di Indonesia.

Selain itu, sesuai dengan roadmap pengembangan Industri farmasi, Indonesia akan menjadi tempat investasi yang menjanjikan untuk produksi bahan baku obat dan produk inovasi kesehatan. Pameran CPhI SEA telah menjadi forum bagi industri farmasi untuk melihat prospek tren inovasi dalam pengembangan bahan baku farmasi, bahan kemasan dan teknologi produksi, yang diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan industri farmasi nasional maupun regional. Pameran ini juga dapat meningkatkan kolaborasi diantara industri farmasi, suplemen kesehatan dan produsen bahan baku internasional. Kolaborasi bersama ini akan menjaga keberlanjutan kualitas bahan baku di pasar serta peningkatan investasi bahan baku farmasi.”

Lebih lanjut Rutger Oudejans menambahkan, pihaknya berharap CPhI South East Asia dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan industri farmasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. “Dengan jumlah produsen terbanyak, Indonesia tepat menjadi tuan rumah CPhI South East Asia dan dapat berkembang menjadi basis manufaktur industri farmasi di Asia Tenggara .” tambahnya.

Bersamaan dengan CPhI South East Asia, Health ingredients (Hi) South East Asia juga menghadirkan konten berkualitas bagi para profesional industri pangan melalui konferensi yang diberi tajuk  “Revitalising & Repositioning Functional Foods and Nutraceuticals as Essential Indicators of Wellness” yang diselenggarakan bekerja sama dengan Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia – P3FNI. Pada kesempatan kali ini, P3FNI juga akan menggelar kongres pertamanya.

CPhI South East Asia 2017 dan dan Hi SEA 2017 mencatat lebih dari 200 peserta pameran dengan pavilion nasional dan grup dari Korea, China serta India. Selama tiga hari pameran, CPhI South East Asia 2017 dan Hi South East Asia mengharapkan kehadiran lebih dari 5,000 profesional industri.

UBM Kembali Gelar Pameran Niaga Bahan Baku Farmasi

Litefmjakarta.com, Jakarta - PT UBM Pameran Niaga Indonesia bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia dan Pharma Materials Management Club (PMMC) kembali menyelenggarakan pameran niaga untuk industri farmasi : Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2017 atau yang lebih dikenal dengan CPhI South East Asia - di Indonesia untuk keenam kalinya.

Pada pameran yang digelar 22-24 Maret 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo) – Kemayoran ini merupakan wadah bagi para pelaku industri farmasi dan pemasok bahan baku obat, kemasan dan mesin – mesin serta teknologi dari seluruh dunia untuk menjangkau pasar Asia Tenggara yang sedang tumbuh pesat.

General Manager, PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Ivan Ferrari mengatakan, Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki lebih dari 6.000 pulau berpenghuni, serta berpopulasi lebih dari 250 juta orang (negara terpadat keempat di dunia). Indonesia juga merupakan salah satu pasar farmasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Hal ini menunjukkan betapa besarnya potensi pasar untuk perusahaan farmasi di Indonesia.

“Karena itu kami CPhI South East Asia (CPhI SEA) sebagai platform terpercaya untuk memperluas peluang membangun jejaring bagi pemain industri farmasi lokal maupun multinasional serta menghadirkan berbagai konferensi dan forum yang diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan industri farmasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.”ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta (16/3/2017).

Lebih lanjut Ivan Ferrari menambahkan, potensi pasar obat-obatan di Indonesia yang besar mendorong peningkatan investasi di sektor farmasi. Untuk itu, industri farmasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk investasi Indonesia dalam beberapa tahun kedepan.

            Pasar farmasi Indonesia tumbuh rata-rata 20,6%/tahun (Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan/CAGR) pada 2011-2016. Saat ini terdapat sekitar 239 perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia. Sebagian besar industri farmasi terdapat di Jawa Barat (39%), Jawa Timur (20%), dan DKI Jakarta (15%)[1] Berdasarkan realisasi investasi selama kuartal IV-2016, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) didominasi oleh Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi senilai Rp12,9 triliun. Untuk realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi masuk dalam 5 besar dengan nilai investasi sebesar US$ 0,7 miliar[2]

General Manager Quintiles IMS Indonesia, Wiwy Sasongko mengatakan, Industri farmasi Indonesia adalah industri yang perkembangannya bagus selama beberapa tahun terakhir. Tingginya nilai investasi industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi menunjukkan bahwa para pelaku industri masih optimis memandang prospek bisnis di industri ini. Selain itu, Industri farmasi Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di ASEAN.

“Bahkan, industri ini berkontribusi kurang lebih 27 persen dari total pangsa pasar farmasi ASEAN. Namun, saat ini Indonesia masih kurang bersaing dalam penyediaan bahan bakunya. Perlu adanya dukungan pemerintah dan para investor untuk memgembangkan industri bahan baku farmasi di Indonesia.”

Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC) dan Wakil Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia, Kendrariadi Suhanda juga mengungkapkan, salah satu fokus utama pemerintah dalam mendorong investasi industri farmasi adalah mengembangkan Industri bahan baku farmasi dengan membuat pabrik bahan baku farmasi.

“Menurut data Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi) Indonesia, ketergantungan impor bahan baku obat sangat tinggi yakni mencapai 95 persen, yang diimpor dari Tiongkok, India, Jepang, dan beberapa negara di Eropa. Porsi bahan baku akan berpengaruh terhadap struktur obat sekitar 20-30% dari harga jual dari pabrik,” jelasnya.

Sementara, Ketua Litbang Perdagangan dan Industri Bahan Baku GP Farmasi Indonesia Vincent Hariyanto menambahkan, Pemerintah Indonesia harus mencoba menyusun bukan hanya perkembangan industri hilir tapi juga bagaimana dengan bahan bakunya.

“Pengembangan industri bahan baku farmasi tentunya untuk mengurangi impor sehingga dapat menekan harga obat di Indonesia agar menjamin ketersediaan dan keterjangkauan obat, yakni dengan mendorong pembangunan industri farmasi yang efektif dan efisien,” unkapnya.

Ketua Harian dan Ketua Bidang Bahan Kemas PMMC, Teddy Iman Soewahjo juga menambahkan, Indonesia harus mampu mengembangkan industri bahan baku obat atau Active Pharmaceutical Ingredients (API) yang merupakan komponen penting yang turut menentukan kualitas dan harga obat.

“Untuk sektor pengemasan (packaging) obat, saat ini indonesia sudah bisa mendukung industri farmasi lokal, bahkan untuk kebutuhan ekspor pun Indonesia bisa penuhi,” tambahnya.(red)

UBM Gelar Health ingredients South East Asia (Hi SEA)

 

Litefmjakarta.com, Jakarta - PT UBM Pameran Niaga Indonesia kembali menyelenggarakan pameran dan konferensi Health ingredients South East Asia (Hi SEA) 2017 pada 22-24 Maret 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo) – Kemayoran. Hi SEA 2017 merupakan pameran khusus bahan baku untuk pangan fungsional dan nutrasetikal yang memberikan peluang bagi professional industri health ingredient untuk berinteraksi, bertukar pengalaman dan membangun jaringan bisnis.

Maria Lioe, Event Director, PT UBM Pameran Niaga Indonesia mengatakan, pihaknya bangga dapat kembali menghadirkan Hi South East Asia di Indonesia. Menurutnya, hal ini merupakan pembuktian bahwa pameran ini menjadi sebuah platform terpercaya bagi badan pemerintah, asosiasi perdagangan, lembaga regulator dan industri pangan fungsional dan nutrasetikal khususnya.

“Hi South East Asia diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan industri pangan fungsional dan nutrasetikal di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.” Jelasnya di jakarta (2/3/2016).

Lebih lanjut Maria Lioe mengatakan, Indonesia masuk dalam 10 besar pasar global untuk kesehatan dan kebugaran, karena konsumen Indonesia saat ini sudah semakin sadar akan pola makan sehat dan rela mengadopsi pola makan khusus demi bisa mengatasi berbagai masalah gangguan kesehatan.

“Selain itu, peningkatan biaya kesehatan juga menjadi faktor yang mendorong upaya pencegahan melalui pola konsumsi yang sehat karena dianggap lebih menguntungkan. Hal ini menyebabkan minat tinggi terhadap bahan pangan yang memiliki komposisi gizi baik dan juga fungsi fisiologis bermanfaat bagi tubuh, sehingga muncul tren pangan fungsional dan nutrasetikal.” Ujarnya.

Menurut data Nielsen’s new Global Health and Ingredient-Sentiment Survey yang dilakukan di 63 negara (termasuk Indonesia) menunjukkan bahwa 80% konsumen Indonesia menjalani diet khusus yang membatasi atau melarang mengkonsumsi makanan/minuman atau bahan-bahannya dan hampir dua pertiga konsumen (64%) mengatakan mereka bersedia membayar lebih untuk makanan atau minuman yang tidak mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan. Selain itu, 89% masyarakat Indonesia juga mengurangi konsumsi makanan/minumuman yang tinggi lemak, gula dan karbohidrat.

Semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan, menjadi peluang pasar bagi para pelaku industri di sektor produk makanan dan minuman sehat. Head of Nutrifood Research Center, Susana mengatakan, pola hidup masyarakat modern yang semakin sadar akan pentingnya menjalankan pola hidup sehat, membuat kebutuhan akan bahan pangan yang praktis dan bisa memberi manfaat untuk kesehatan semakin meningkat. Hal ini membuat perusahaan yang bergerak di industri produk makanan dan minuman kesehatan seperti Nutrifood terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup sehat.

“Salah satunya dengan mengembangkan produk untuk konsumen yang menderita penyakit Diabetes Melitus / kencing manis dan juga untuk konsumen yang ingin menjaga kerampingan tubuh dalam mengatasi kegemukan.” Ungkapnya.

Lebih lanjut Susana mengatakan, “Salah satu bahan baku untuk produk makanan sehat yang tengah menjadi tren akhir – akhir ini adalah daun Stevia. Daun Stevia merupakan salah satu contoh bahan baku pangan fungsional yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan di Indonesia.

“Dengan potensi yang besar sebagai bahan pemanis alami, Stevia layak dijadikan sebagai komoditas unggulan dalam pengembangan agribisnis dan agroindustri di Indonesia sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri gula rendah kalori di Indonesia.” Tambahnya.

Sementara Prof. Dr. C. Hanny Wijaya, Ketua Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia (P3FNI), mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya health ingredients yang besar untuk dapat dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan para pelaku industri makanan dan minuman sehat.

“Organisasi P3FNI – dapat memberikan kontribusi kepada industri pangan di Indonesia dengan menjadi wadah bagi para penggiat dan profesional pangan Fungsional untuk bertukar informasi dan pengalaman yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui tingkat kesehatan dan nutrisi yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam kegiatan Hi SEA ini, P3FNI akan menyelenggarakan konferensi selama 2 hari dengan tema ‘Revitalising & Repositioning Functional Foods and Nutraceuticals as Essential Indicators of Wellness’.  Health ingredients (Hi) South East Asia 2017 digelar bersamaan dengan CPhI South East Asia 2017 yang merupakan pameran niaga terkemuka untuk industri farmasi.

“Kami berharap, Hi South East Asia 2017 dapat dihadiri oleh sebanyak mungkin para profesional industri pangan fungsional dan nutrasetikal sehingga menjadikan pameran ini sebagai wadah komunikasi yang menyeluruh dan dinamis sesuai perkembangan industri. Pameran niaga selama tiga hari ini akan dipadati dengan berbagai aktivitas, seperti Innovation Gallery yang menampilkan produk – produk inovatif, Exhibitor Showcase yang mengulas topik – topik terkini dalam industri, Business Matching program yang mempertemukan secara spesifik, para professional industri sesuai dengan minat dan kebutuhan,” tutup Maria.

Dorong Cashless Society, Pertamina luncurkan Fuel Lucky Swipe

Litefmjakarta.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menggandeng Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) dalam program "Pertamina Fuel Lucky Swipe", yang merupakan rangkaian dari "No Surcharge Program" dalam setiap transaksi non tunai di seluruh SPBU Pertamina yang tidak lagi dikenakan biaya tambahan sejak awal Januari 2017.

"Program Feul Lucky Swipe ini dalam rangka mendorong cashless society. Selain itu program ini dalam rangka memberikan kemudahan sekaligus benefit bagi konsumen dengan tidak dikenakan biaya serta berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.” demikian diungkapkan Senior VP Fuel and Distribution PT Pertamina (Persero) Affandi saat Launching Pertamina Feul Lucky Swipe di Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Menurut Affandi, Program Feul Lucky Swipe berlaku bagi para masyarakat yang memiliki kartu kredit Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI. Affandi menjelaskan, saat ini transaksi tunai masih mendominasi dengan presentase 97%, sementara non tunai hanya 3%, sehingga melalui program ini Pertamina ingin meningkatkan transaksi diseluruh SPBU yang dimiliki Pertamina. "Nah program ini dalam rangka mendorong konsumen menggunakan cashless, kita mau jadi 10%," tegasnya.

Dalam program "Pertamina Fuel Lucky Swipe" ada 102 hadiah yang akan diberikan kepada pelanggan yang mengikuti program Pertamina Fuel Lucky Swipe, antara lain, 9 unit mobil Toyota Sienta type G plus gratis BBM setahun, 18 unit motor Yamaha dan gratis BBM setahun, 30 unit iPhone7, dan masih banyak lagi.

UMB Gelar CPhI South East Asia (CPhI SEA) 2017

Litefmjakarta.com, Jakarta - Sebanyak 260 peserta akan turut serta dalam pameran Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2017 yang akan digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 22-24 Maret 2017. President Director PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Christopher Eve, mengatakan, CPhI SEA 2017 merupakan pameran niaga untuk industri farmasi yang dapat menjadi wadah bagi para pelaku industri farmasi dan pemasok bahan baku obat, kemasan dan mesin-mesin, serta teknologi dari seluruh dunia untuk menjangkau pasar Asia Tenggara. “Karena itu kami CPhI South East Asia (CPhI SEA) sebagai platform terpercaya untuk memperluas peluang membangun jejaring bagi pemain industri farmasi lokal maupun multinasional,”ujarnya jakarta, Rabu (14/12/2016). Dengan dukungan penuh dari GP Farmasi Indonesia dan PMMC, CPhI SEA memasuki tahun ke enam di 2017, CPhI SEA akan hadir dengan kategori pameran lebih lengkap serta menghadirkan berbagai konferensi dan forum yang diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan industri farmasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. CPhI SEA 2017 akan diadakan di JIExpo Kemayoran pada 22-24 Maret 2017 dengan menghadirkan lebih dari 260 peserta pameran dan mengestimasikan 5.500 pengunjung profesional industri farmasi sehingga menjadikan pameran ini sebagai wadah komunikasi yang menyeluruh dan dinamis sesuai perkembangan industri. Sementara itu, Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC) Kendrariadi Suhanda, mengungkapkan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah telah meningkatkan kemajuan industri farmasi melalui perluasan pasar untuk produk baru yang inovatif dan lebih baik guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional. Kendrariadi yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia, mengatakan, para pemain industri farmasi meyakini bahwa pertumbuhan industri farmasi di Indonesia selain bergantung pada kebutuhan obat generik juga perlu didorong melalui riset dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan akan produk – produk perawatan khusus seperti produk – produk onkologi atau penyakit kritis lainnya. “Diharapkan, Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan ini, dan melalui kegiatan seperti CPhI South East Asia, para profesional industri farmasi dapat bertukar informasi dan pengalaman bagi kemajuan industri farmasi secara umumnya” ujarnya. Wakil Ketua Umum PMMC dan Ketua Litbang Perdagangan dan Industri Bahan Baku GP Farmasi Indonesia Vincent Harijanto, menambahkan, bahan baku obat atau API – Active Pharmaceutical Ingredients merupakan komponen penting yang turut menentukan kualitas obat. “Indonesia saat ini sedang dalam tahap awal untuk memulai produksi API di dalam negeri, dengan dukungan pemerintah melalui program akselerasi pertumbuhan industri farmasi nasional,” jelasnya.